Gubernur NTB, Tuan Guru H. Muhammad Zainul Majdi, MA., memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu sektor andalan utama, karena potensinya yang menjanjikan. NTB merupakan salah satu daerah rujukan bagi pengembangan ternak besar secara nasional, khususnya pada komoditi sapi dan kerbau, baik untuk ternak bibit maupun ternak potong.
Untuk itu, bertepatan dengan peringatan HUT Emas Prov. NTB, telah dicanangkan program “NTB Bumi Sapi”. Dalam rangka menggenjot program tersebut, Gubernur termuda di Indonesia ini, Kamis, (8/01/09) meninjau berbagai potensi peternakan di Banyumulek Lombok Barat, antara lain : RPH dan balai inseminasi buatan Banyumulek, serta Lokasi Proyek percontohan Pengembangan Bibit Sapi Bali yang dikelola oleh JICA. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Sekda NTB, Drs.H.Abdul Malik,MM, Ketua BAPEDA DR. Rosyadi, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Drh. Abdul Samad, Karo Umum, Ir.H. Iswandi dan perwakilan dari JICA.
Dalam upaya mewujudkan Program NTB Bumi Sapi, Kepada Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Gubernur meminta agar jajaran Peternakan NTB segera melakukan konsolidasi internal, termasuk koordinasi dengan dinas terkait, terutama dinas-dinas yang termasuk dalam “Rumpun Hijau”. Jajaran Dinas Peternakan harus bersikap proaktif dan bersikap professional guna mensukseskan Program NTB Bumi Sejuta Sapi, ujarnya. “ Tak perlu membuat program yang banyak, cukup satu atau dua program saja, yang penting focus pada sasaran”, pintanya.
Diharapkannya, RPH yang sudah ada hendaknya dapat dimanfatkan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Selain itu kerjasama dengan JICA-Jepang yang selama ini telah terjalin dengan baik hendaknya dapat terus di tingkatkan, harapnya.
Program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB BSS) disetujui sebagai
Program Unggulan Nasional
Program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB BSS) disetujui sebagai program unggulan nasional dalam rangka mendukung program swasembada daging nasional dan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Departemen Pertanian.
Hal tersebut adalah salah satu dari tiga hal penting yang dihasilkan dari ”SEMINAR TEMATIK PETERNAKAN” dengan tema Indonesia Keluar dari Perangkap Impor Sapi Potong, yang digelar di Auditorium Kampus Badan Litbang Departemen Pertanian, Cimanggu, Bogor, Rabu (12/8).
Dalam seminar ini, Wagub NTB Ir. H. Badrul Munir, MM., tampil sebagai pembicara dengan menyampaikan materi yang berjudul “Implementasi Program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB BSS)”, dengan Substansi sebagai berikut:
-
Program NTB BSS bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi, meningkatkan pendapatan petani peternak, dan meningkatkan mutu lingkungan;
-
NTB BSS merupakan program berbasis masyarakat, sekaligus mengembangkan dan melestarikan peradaban beternak bagi masyarakat NTB;
-
NTB BSS menggunakan dua pendekatan, yaitu sistem LAR/SO untuk pulau Sumbawa, dan sistem KANDANG KOLEKTIF untuk pulau Lombok.
Selain Wagub NTB, tampil sebagai pembicara lain adalah Dirjen Peternakan Deptan RI, Kepala Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur dan Tim peneliti Litbang Sapi Potong Balitbang Departemen Pertanian.
Sedangkan dua hasil penting lainnya dari Seminar Nasional Peternakan tersebut adalah, Badan Litbang Pertanian akan melakukan kerjasama dengan Pemprov NTB dalam mendukung NTB BSS.
Kemudian, mulai tahun 2010 disepakati akan digelar Ekspo Agribisnis Sapi Nasional, yang akan diikuti oleh sekitar 1500 pelaku agribisnis persapian di Indonesia, dimana NTB ditunjuk sebagai tuan rumah, sehingga Ekspo ini merupakan ajang ”Kebangkitan Pembangunan Persapian Nasional”.
Peserta seminar berasal dari jajaran Direktorat Jenderal Peternakan, para peneliti Balitbang Deptan RI, lembaga donor luar negeri, para Dekan Fakultas Peternakan, serta para pelaku agribisnis peternakan.
SAPTA USAHA NTB BUMI SEJUTA SAPI
- MEMPERBANYAK INDUK
- MEMENUHI KEBUTUHAN PAKAN
- MENGEMBANGKAN SISEM LAR/SO DAN KANDANG
- MERAWAT KESEHATAN SAPI
- MEMBASMI PENYAKIT SAPI
- MENGATUR TATANIAGA SAPI
- MEYEDIAKAN SARANA DAN PRASARANA
AJIK PDE |