Untitled Document
 
 
March Thu 2010
 
Untitled Document
Search

Untitled Document

ntbprov.go.id
Pemerintahan
Deskripsi Wilayah
 
Bank Data
Pusparagam
Link
BAPPEDA NTB
MENU LINK
DINAS & KAB.
 

      Program "Visit Lombok- Sumbawa 2012" mencanangkan traget besar meraup1 juta kunjungan wisatawan. Tahun 2012 dijadikan momentum karena pada tahun tersebut lingkungan internal dan eksternal relatif menguntungkan, Pertama . Bandara Internasional Lombok (BIL) telah beroprasi secara penuh. Kedua penggelola kawasan megaproyek Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) seluas 1.200 hektar oleh Emaar Properties, investor dari Dubai mulai berjalan, Ketiga , situasi dan kondisi daerah yang kian kondusif. Keempat pulihnya keadaan ekonomi Global setelah mengalami hantaman badai krisis.

      Tentu saja di perlukan terobosan sejak dini untuk memastikan program "Visit Lombok- Sumbawa 2012" dapat terealisasi. Upaya promosi misalnya, tidak boleh lagi terkesan sebagai pemborosan anggaran. Dibutuhkan model promosi yang lebih kreatif dan efektif.
Terobosan menambah frekuwensi penerbangan Singapura-Mataram dan upaya merintis jalur penerbangan langsung Australia- Mataram, patut diberi apresiasi, Terobosan lainnya yang juga memberi harapan adalah terpilihnya NTB sebagai tuan rumah Taurism Indonesaia Mart dan Expo (TIME) untuk 2009 dan 2010. Hajatan Pasar Wisata Indonesia bertaraf international ini, harus mampu dijadikan momentum guna memaksimalkan promosi pariwisata NTB.

      Selain Promosi yang kreatif dan efisien, keberhasilan "Visit Lombok- Sumbawa 2012" juga juga ditentukan oleh ketersediaan lokasi wisata yang nyaman dan aman, baik di Pulau Lombok Maupun Pulau Sumbawa. Tanpa ini, sehebat apapun promosi yang dilakukan, dampaknya hanya akan terasa sesaat. Setelah itu citra NTB bisa anjlok ke titik nadir. Disinilah perlunnya membangun kotmitmen sinergis antara pemerintah daerah, pelaku pariwiasata dan kalangan masyarakat yang langsung ataupun tidak langsung akan merasakan manfaatnya dari pertumbuhan pariwisat. Harus disadari betul, sektor pariwisata sangat besar potensinya untuk menjadi pengungkit dayasaing NTB pada level nasional maupun global.

 

PRESIDEN SBY LAUNCHING VISIT LOMBOK – SUMBAWA 2012

      Nusa Tenggara Barat memiliki potensi pariwisata yang sungguh luar biasa. Alam yang indah dan pantai nan eksotik serta budaya yang mengagumkan. Modal pariwisata yang sangat menguntungkan ini membuat Pemerintahan Provinsi NTB tergerak untuk melakukan gebrakan sektor pariwisata demi mendorong kunjungan sejuta wisata ke NTB dalam program unggulan Visit Lombok Sumbawa 2012. Cita-cita mewujudkan pariwisata Nusa Tenggara Barat agar tumbuh menjadi salah satu destinasi  wisata yang memberi manfaat tertinggi bagi masyarakat, bangsa dan negara serta destinasi bertaraf internasional, tampaknya bukan lagi sekedar harapan.
Dengan modal kemolekan alam dan keragaman budaya yang unik dan khas, cita-cita tersebut siap dicapai. Bagaimana tidak, Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono beserta Kabinet Indonesia Bersatu, datang langsung untuk memberikan dukungan terbaik bagi pembangunan pariwisata NTB dengan meluncurkan program Visit Lombok Sumbawa 2012, pada 6 Juli 2009 lalu. Pada kunjungan kerja Presiden RI ke NTB pada tahun 2006 dan tahun 2007 yang lalu, Presiden mengatakan bahwa pariwisata NTB merupakan salah satu potensi andalan utama pariwisata nasional.
      Kemolekan pantai Kute dan Tanjung Aan di Lombok Tengah bagian Selatan, tak urung mengundang kekaguman Menteri Kebudayan dan Pariwisata NTB, Jero Wacik. ”Pertama kali saya melihat Pantai Kute dan Pantai Aan, di Lombok Tengah, saya merasa tengah menyaksikan panorama pantai terindah di dunia sepanjang yang pernah saya lihat,” ungkapnya saat peluncuran Visit Lombok Sumbawa 2012 beberapa waktu lalu.  Komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Nusa Tenggara Barat, sekaligus sebagai destinasi terbaik dunia, bukanlah tanpa alasan, melainkan karena didukung oleh ketersediaan potensi yang cukup menjanjikan.
Kepariwisataan Nusa Tenggara Barat, bukan hanya Lombok, tetapi juga Pulau Sumbawa yang keindahan alam dan pesona budayanya yang unik dan menarik. Gubernur mengatakan, bahwa pulau ini juga menyimpan potensi wisata berkelas dunia, seperti Taman Nasional Pulau Moyo yang mampu mengundang sejumlah Senator AS, raja minyak timur tengah, artis legendaris Mick Jagger, Lady Diana dan Pengeran William serta sejumlah wisatawan dunia lainnya yang telah merasakan pesonanya. Di samping Pulau Moyo juga potensi geopark Gunung Tambora di Bima dan Dompu yang didukung agrowisata berupa padang pengembalaan ternak yang disebut Lar atau So, pengembangan mutiara serta wisata tambang yang ada di Sumbawa Barat.
Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari dua pulau besar yaitu, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa serta dikelilingi oleh sekitar 331 buah pulau-pulau kecil yang di dalamnya menyimpan berbagai potensi, berupa keindahan bawah laut, garis pantai sepanjang 2.333 kilometer, hutan hujan tropis yang asri dan kesegaran hawa pegunungan menjadi modal utama pariwisata NTB.
Modal itu pun diperkuat dengan keragaman budaya lokal dan budaya tradisional serta keanekaragaman obyek dan daya tarik wisata lainnya, mulai dari wisata bahari dengan keindahan pantainya yang berpasir putih, wisata kuliner yang dipadukan dengan berbagai produk kerajinan yang khas, utamanya kerajinan mutiara dan tenun khas lokal, hingga wisata alam untuk merasakan sejuknya hawa Gunung Rinjani dan dinginnya sumber mata air yang mengalir, serta pulau-pulau kecil yang disebut gili, diibaratkan pulau surga tropis yang menjadi andalan wisata Nusa Tenggara Barat.
      ”Bila potensi tersebut dikembangkan secara optimal dan terpadu, tentu kami optimis pariwisata NTB di masa yang akan datang bukan hanya akan mampu meraih target kunjungan wisatawan yang memberikan multiplayer effect bagi pembangunan perekonomian lokal dan nasional, melainkan juga  menjadi salah satu destinasi terbaik dunia yang membuka peluang investasi  besar di kawasan timur indonesia,” kata Gubernur.          
Prospek kemajuan pariwisata dan peluang investasi tersebut, kini mulai tampak dengan telah dibangunnya Bandara Internasional Lombok (BIL) yang tahun ini sudah rampung dan bisa melakukan uji coba operasi pada 2010 mendatang. Bandara Internasional tersebut, bukan hanya akan menjadi akses penting pembangunan pariwisata, melainkan juga sebuah syarat bagi masuknya investasi besar. Itulah sebabnya emaar properties yang akan membangun kawasan penginapan bertaraf internasional dengan investasi awal mencapai Rp 21 triliun mensyaratkan Lombok harus segera memiliki bandara yang bisa dipakai mendarati pesawat berbadan lebar dengan berbagai infrastruktur pendukungnya, seperti ketersediaan listrik, air bersih dan lain-lain.
Gubernur menyampaikan kepada Presiden bahwa dalam rangka percepatan dan kelanjutan pembangunan NTB ke depan, agar kebijakannya pembangunan infrastruktur strategis dan infrastruktur penunjang investasi seperti kelistrikan, air bersih, jalan jembatan, irigasi dan infastruktur transportasi lainnya, dapat diprioritaskan pembangunannya salah satunya di Nusa Tenggara Barat.
      Keseriusan Pemerintah Provinsi untuk membangun sektor pariwisata NTB ditunjukkan oleh Gubernur TGH.M.Zainul Majdi,MA dan Wakil Gubernur Badrul Munir dengan melakukan berbagai terobosan-terobosan demi percepatan pembangunan sektor ramah lingkungan ini. Dalam membangun sektor pariwisatanya, Pemerintah Provinsi NTB tidak bertepuk sebelah tangan, karena dukungan luar biasa pun diberikan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI. NTB patut berbangga karena beberapa program terobosannya didukung penuh oleh Pemerintah Pusat.
Dipilihnya tahun 2012 sebagai tahun Visit Lombok –Sumbawa dengan target kunjungan satu juta wisatawan, karena pada tahun tersebut dianggap sebagi momen yang baik bagi pariwisata  NTB, di samping adanya kesempatan yang cukup untuk melakukan berbagai penataan sehingga daerah ini lebih siap menyambut sejuta turis. Angka 2012 dipilih, menurut Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, ini merupakan hitungan statistik. Bila pertumbuhan wisata di Lombok dihitung linier, mulai dari 10% lalu 15% dan seterusnya, jumlah 500.000 wisatawan pada 2008 bakal mencapai 945.000 pada 2012, yang dibulatkan menjadi sejuta orang. s
      Pada peluncuran Visit Lombok Sumbawa 2012 lalu, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama membangun pariwisata NTB, demi kebulatan komitmen bersama untuk ikut ambil bagian dan bertanggung jawab dalam memajukan citra pariwisata NTB, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga  pelaku dunia pariwisata dan stakeholer lainnya. Kegiatan peluncuran VLS 2012 juga dimeriahkan dengan gerak jalan sehat yang dihadiri lebih dari 1000 peserta.
Di tengah-tengah gerak jalan sehat dan resepsi malam ramah tamah peluncuran VLS 2012, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, L. Gita Aryadi, menghadirkan Gule Gending. Dengan alunan musik khas tradisional Lombok, penjual Gule Gending berkeliling dari satu meja ke meja tamu lainnya. Gita sengaja menampilkannya untuk lebih menghidupkan aura tradisi dengan acara peluncuran yang meriah dengan dentuman membahana musik tradisonal Lombok Gendang Beleq dan kembang api yang menghujani lokasi peluncuran di Hotel Santosa Senggigi Lombok.

 

”PUTERI MUTIARA”
ICON  PARIWISATA NTB

      Sejak pencanangan Visit Indonesia Year tahun 1992 lalu, secara berkesinambungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata  menyelenggarakan program yang menarik perhatian wisatawan untuk datang ke berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, secara bergantian daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata mulai mengangkat keunggulan-keunggulan pariwisata, termasuk Nusa Tenggara Barat saat ini dengan Visit Lombok Sumbawa 2012.
Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah kini tengah memfokuskan program pembangunannya di sektor pariwisata. Mengingat potensi pariwisata NTB yang sangat menjajikan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH. M. Zainul Majdi,MA mengatakan siap menjadi tuan rumah yang baik dan berupaya memberikan pelayanan prima untuk memanjakan wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke NTB.
      Untuk menunjang program VLS 2012, maka pada peluncuran tersebut juga diperkenalkan 10 Puteri Mutiara yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia yang akan menjadi duta pariwisata Lombok dan Sumbawa dalam mempromosikan Visit Lombok Sumbawa year 2012 dan selalu menggunakan mutiara dalam setiap penampilan mereka. Mutiara merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia yang pembudidayaannya banyak di lakukan di NTB. Dan kualitas mutiara NTB, dikenal sebagai yang terbaik di dunia, ujar Dirjen Pemasaran Depbudpar, Sapta Nirwandar.
Kesepuluh Puteri Mutiara yang menjadi duta Lombok Sumbawa tersebut adalah, Duma Sitorus dari Pulau Sumatera, Marlin Mogigir dari Pulau Sulawesi, Giana Pratidina dari Kalimantan, Astrellia Jeannet Selanno dari Maluku,s Putu Ayu Gustina daris Bali, Marcella Rumfabe dari Papua, Agnes Theresia Immanuels dari DKI Jakarta, Ingrid Clarissa Wisnu dari Jogjakarta, Rini Arba dari NTT dan Nur Fajrina dari NTB. Turut hadir sebagai pendukung gerakan VLS 2012, tokoh perfilman Indonesia Kristin Hakim dan artis Nadine Candrawinata. 
      Posisi  NTB yang startegis, terutama Pulau Lombok khususnya, yang berada di lintas perdagangan Internasional akan menjadi pertimbangan konsumen, memudahkan mereka untuk membeli secara langsung mutiara yang asli. Kualitas terbaik yang dimiliki oleh mutiara NTB ini, tidak terlepas dari kondisi perairan NTB yang sangat potensial dan cocok untuk tempat pembudidayaan mutiara. Karena, budidaya mutiara tergantung sungguh pada kondisi perairan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan serta kualitas mutiara yang dihasilkan. “Lokasi sepanjang perairan di NTB, rata-rata cocok untuk budidaya kerang mutiara,” kata DR. Sigit  A.P Dwiyono dari LIPI UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut Mataram.
Hal senada pernah diungkapkan DR. Syachrudin AR, peneliti dan pengembang kerang mutiara, sirkulasi atau pergantian air dari Samudera Indonesia  sangat bagus, sehingga pertumbuhan plankton dan zooplankton sebagai bahan makanan siput, di perairan NTB,  tersedia cukup banyak. “Jika makanan siput bagus, maka mutiara yang dihasilkan nantinya akan bagus juga,” katanya. Kebetulan, lanjutnya, perairan NTB sangat mendukung untuk itu. Tiga selat yang dimiliki NTB, Selat Alas, Selat Lombok dan Selat Sape juga menjadi faktor yang sangat potensial sebagai tempat budidaya mutiara karena terlindung dari gelombang.
Pembibitan kerang mutiara sangat bagus jika dilakukan di teluk, sementara, untuk pembudidayaannya, ujarnya, lebih bagus dilakukan di perairan lepas, yang sirkulasi airnya baik, kata Sigit. Budidaya kerang mutiara sendiri, menurutnya, dilakukan mengingat jika melulu mengandalkan persediaan alam, maka lama-kelamaan kerang mutiara akan berkurang bahkan habis. Sedangkan, permintaan pasar akan mutiara cenderung meningkat.
Lokasi budidaya mutiara di NTB, meliputi daerah-daerah pesisir seperti Gili Gede (Pelayan, Belongas), Gili Asahan (Labuhan Poh), Teluk Sire Lombok Barat, Sambelia Lombok Timur, Tanjung Bero, Teluk Mapin, Pulau Moyo dan Teluk Saleh, Sumbawa, Kwangko/Kempo, Teluk Sanggar, Dompu dan Teluk Sape serta Teluk Waworada, Bima.
Budidaya kerang mutiara sangat penting dilakukan mengingat tidak seimbangnya kebutuhan dengan persediaan alam. Juga karena tingginya nilai ekonomis kerang mutiara tersebut, membuat orang mengambil kerang tanpa memikirkan dampak negatif terhadap populasi kerang itu sendiri. “Kalau kerang terus diambil, maka populasinya di alam akan berkurang bahkan bisa punah,” ungkap Syachrudin.
Mutiara yang dihasilkan secara alami bentuknya tidak akan beraturan atau sangat sulit mendapatkan yang berbentuk bulat. Tapi dengan campur tangan manusia, mutiara bisa dibentuk sesuai keinginan. Mutiara terbentuk, akibat adanya rangsangan benda asing yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara baik secara buatan  maupun alami. Benda asing tersebut terperangkap di dalam kerang dan tidak bisa keluar.
Untuk menghilangkan rasa sakitnya, kerang mutiara akan mengeluarkan cairan lendir untuk melapisi benda asing tersebut agar menjadi licin sehingga dapat terbebas dari rasa sakit. Semacam cara membuat hidupnya nyaman. Mantel kerang mutiara memiliki sel-sel aktif yang dapat menghasilkan zat-zat lendir yang akan mengeras menjadi mutiara. Lapisan yang terbentuk memiliki warna, bentuk, ketebalan dan ukuran yang berbeda-beda, tergantung dari faktor ekternal maupun  internal. “Nah, di sinilah kita bisa melakukan rekayasa itu,” kata Syachrudin.
       Dengan memasukan benda asing berupa nucleus (terbuat dari tulang ikan yang dihancurkan dan dibentuk bulatan) ke dalam kerang mutiara, maka akan menghasilkan mutiara yang bentuknya bulat. Kerang akan mengeluarkan lendir terus menerus untuk melapisi, mengikuti bentuk benda asing yang masuk. “Maka mutiara yang dihasilkan bentuknya akan bulat,” ujar Syachrudin. Mutiara hasil budidaya dirangsang dengan nukleus dan seibo. Seibo adalah  mantel  dari kerang lain yang dipotong-potong dan penempatannya harus  saling bersentuhan dengan siput di dalam kerang mutiara. Dalam peluncuran VLS 2012 tersebut, Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, berkesempatan menanam inti mutiara dan juga melakukan panen mutiara.

Humas- Juli 2009

Akomodasi
Hotel & Resort Motel Restaurants Bar
Berita & Media
TV & Radio Media Cetak Katalog
Pemerintahan
BUMN Konsulat Luar Negeri Rumah Sakit Kementrian
Pendidikan
Perguruan Tinggi SMU SLTP SD
Bisnis & Ekonomi
Home Industri Garment Furniture & Handicraft Agrobisnis Web Dev
Sosial & Budaya
Organisasi Kesenian Tokoh Masyarakat
Untitled Document
 
Untitled Document

 
NTBPROV.GO.ID adalah Website Resmi Provinsi NTB ©2009 - Santel PDE